Miko bertemu dengan dokter hewan

Mumpung masih jam 8 pagi, aku buru-buru ke bank untuk bertemu dengan customer service. Keramahan mereka membangkitkan semangat 45, beneran. Pak satpam yang ramah dan sopan membuat aku ingin datang lagi ke sini. Di situ ada meja di mana kita bebas mengambil minuman, tapi aku gak haus. Aku butuh proses yang cepat dan mereka mau membantu, syukurlah.

Setelah ini mau bawa Miko ke petshop sekaligus klinik hewan. Miko harus dimandikan dan aku berharap pak dokter bisa mengobati penyakit yang diderita Miko. Kasihan, kulitnya berdarah-darah dan gak nafsu makan. Miko melewatkan musim kawin di klinik sementara Mochi merajalela mengejar jantan. What should I do? sudah panggilan alam.

Kata dokter, si miko ini kena penyakit kulit. Lalu dia meresepkan salep yang harus dioleskan dua kali sehari. Ada tablet vitamin kunyah untuk membantu regenerasi kulit. Miko… aku juga butuh vitamin untuk regenerasi kulit loh, biar awak awet muda Ko…

Terus pak dokter ngasih si Miko obat anti alergi dan anti biotik. Miko harus menenggak obat ini dua kali sehari. Pak dokter membekalkan aku sebuah spuit sebagai alat pemberian obat kepada Miko. I can do this, Miko, let’s do this together. Total perawatan Miko sebesar 300k udah termasuk mandi. Terakhir, pak dokter menyarankan aku untuk membeli shampo anti jamur khusus buat Miko.

Kok Miko terkena penyakit kulit?

Pasalnya nih Miko kucing blasteran, bukan ras asli melainkan campuran. Dia melanglang buana menelusuri jalan, mendaki gunung, melewati lembah, agar lepas dari majikan terdahulu. Awalnya dia nongkrong di atas genteng, lalu menyusup masuk untuk mencuri makanan Mochi. Setelah dua minggu menjadi penyusup akhirnya dilegalkan menjadi kucing peliharaan kami. Mochi gak senang sebab jatah makanannya terbagi padahal kami akan menyediakan dua piring untuk mereka. Kucing-kucing di rumah ini gak pernah dikandang, mereka berkeliaran ke luar bebas berburu dan bermain ke mana saja termasuk Miko. Sekitar dua minggu belakangan kulit Miko mengelupas lalu berdarah. Aku gak memotret penderitaannya, kasihan. Setelah mendapat perawatan dari dokter, kondisi Miko membaik. Menggaruk-garuk menjadi lebih jarang sekarang. Seminggu lagi Miko dijadwalkan lagi ke dokter hewan untuk memeriksa kondisi kulitnya.

Ini bukan yang pertama kalinya Miko mendapat perawatan. Bulan pertama di rumah, Miko muntah-muntah sampai lemas akibat hilang nafsu makan. Dia sempat gak pulang-pulang tiga hari. Aku pikir dia sudah mati, ternyata dia balik lagi karena kelaparan. Mungkin dia galau yah… putus cinta atau apalah.

Cepat sembuh ya Miko…

Iklan

Published by

indrihandayani

Indri, begitu panggilannya, adalah seorang make-up artist dan esthetician, spesialis di bidang Artistry dan kini sedang belajar mengenai fitonutrisi. Dia tergabung ke international entrepreneurial membership of TQG, suatu sistem entrepreneurship internasional yang memiliki teknik teruji dan ada cabang di berbagai negara. Ngeblog adalah Passion dan berdagang adalah pilihan hidup. Baginya, Shinhwa itu vitamin dan kalo udah selesai semua kerjaan, dia mengisi waktu dengan kristikan sambil menikmati personally brewing of iced americano.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s